Sharing Session Hardiknas 2025 Kepala LLDikti Wilayah XIII Dorong Kolaborasi Dosen ASN
Banda Aceh, 2 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025, LLDikti Wilayah XIII menyelenggarakan upacara dan dilanjutkan dengan sesi diskusi bertajuk Sharing Session bersama para Dosen DPK (Diperbantukan) di lingkungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Kepala LLDikti Wilayah XIII, Dr. Ir. Rizal Munadi, mengajak seluruh dosen Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dosen DPK, untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Menurutnya, kerja sama lintas institusi akan berdampak positif terhadap pengembangan karir dosen dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Aceh.
“Sesama dosen ASN harus mampu berkolaborasi, baik dalam peningkatan karir maupun kegiatan tridharma perguruan tinggi. Dosen DPK yang berada di PTS berbeda pun harus dapat bekerja sama untuk menciptakan dampak yang lebih luas,” tegas Rizal.
Ia juga menyinggung adanya beberapa konflik di PTS yang menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki sistem administrasi dan tata kelola dosen DPK ke depan.
“Kita akan mulai merapikan. Konflik yang terjadi menjadi evaluasi untuk membangun sistem yang lebih baik,” tambahnya.
Mengenai pemberian tunjangan, Rizal menegaskan bahwa LLDikti Wilayah XIII akan menyalurkan tunjangan dosen, termasuk sertifikasi, apabila seluruh persyaratan administrasi dan substansi telah terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku.

Dalam sesi tanya jawab, Dr. Muhammad Zulfajri dari Universitas Serambi Mekkah (USM) mengangkat isu tentang percepatan kenaikan jabatan fungsional dan konversi angka kredit. Rizal menyambut baik masukan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus mempelajari regulasi yang berlaku serta mendiskusikan hal-hal teknis yang belum sepenuhnya dipahami. Ia juga mengimbau agar para dosen memahami pedoman yang berlaku, khususnya terkait penilaian publikasi, agar dapat merencanakan milestone karier secara mandiri dan terukur.

Sementara itu, Ir. Azwar Thaib, M.Si. dari Universitas Abulyatama (Unaya) menekankan pentingnya peran aktif dosen ASN dalam membantu penataan PTS di Aceh. Ia menyatakan bahwa pendidikan tinggi harus memberikan dampak nyata tidak hanya bagi institusi, tetapi juga terhadap pemerintah dan masyarakat Aceh secara luas.
Menanggapi hal tersebut, Rizal mengakui bahwa dampak positif dari keberadaan dosen ASN di PTS sudah mulai dirasakan, meskipun belum sepenuhnya terukur secara kuantitatif.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LLDikti Wilayah XIII dalam memperkuat sinergi dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di Aceh, khususnya melalui optimalisasi peran dosen ASN di lingkungan PTS.